Dua Kali Ambruk dalam Sebulan, Jembatan Lubuk Rukam Bukti Kerja Asal Jadi?

SUARA BHAYANGKARA

Senin, 16 Februari 2026 - 23:01

50102 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ogan Ilir – Jembatan penghubung Desa Lubuk Rukam, Kecamatan Kandis, kembali ambruk pada Minggu (16/2/2026) pukul 04.30 WIB. Ironisnya, jembatan tersebut baru saja diperbaiki setelah sebelumnya roboh pada 22 Januari 2026.

Dua kali ambruk dalam waktu kurang dari satu bulan bukan lagi bisa disebut musibah biasa. Ini alarm keras soal kualitas perencanaan dan pengerjaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Derasnya arus sungai yang membawa tumpukan gambut dan eceng gondok kembali menjadi penyebab utama. Material yang tersangkut di tiang penyangga membuat beban menumpuk hingga struktur besi tak mampu bertahan.

Sekitar 99 persen badan jembatan hanyut terbawa arus. Dalam kejadian tersebut, dua warga nyaris menjadi korban saat bergotong royong membersihkan tumpukan material. Beruntung keduanya selamat.

Namun pertanyaannya sederhana:
Apakah keselamatan masyarakat memang harus diuji dulu baru ada keseriusan?

Sungai aktif dengan arus deras dan kiriman material saat musim hujan bukan hal baru.

Jika desain tetap menggunakan konstruksi ringan dengan tiang di tengah aliran, risiko penumpukan dan ambruk sudah bisa diprediksi sejak awal.

Maka wajar jika publik mulai mempertanyakan:
Siapa perencananya? Siapa pengawasnya? Apakah kajian teknisnya benar-benar matang?
Infrastruktur desa bukan proyek coba-coba.

Jika pola kegagalan berulang dengan penyebab yang sama, publik berhak menduga ada perencanaan yang lemah atau pengerjaan yang asal jadi.

Pemerintah daerah dan pihak terkait harus berani membuka evaluasi teknis dan transparansi anggaran. Jangan sampai jembatan yang hanyut hari ini diikuti hanyutnya kepercayaan masyarakat.

Karena pembangunan bukan sekadar berdiri cepat, tapi harus berdiri kuat.

Dan rakyat berhak atas infrastruktur yang benar-benar aman, bukan sekadar terlihat selesai.

Tim Professional Pewarta Warga Indonesia

Berita Terkait

Rapat Paripurna DPRD KBB Sepakati Raperda Perubahan Perda Perhubungan dan Raperda Tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah
APBD Perubahan KBB 2026 Disepakati, Infrastruktur dan Pelayanan Dasar Jadi Prioritas
Sekjen SWI: Organisasi Wartawan Harus Tumbuh Menjadi Pusat Edukasi dan Pengembangan Profesi
Tiga Tahun Mengawal Integritas, LAKI KBB Teguhkan Komitmen Wujudkan Bandung Barat Bebas Korupsi
Warga Turun Tangan Perbaiki Irigasi Jebol, Pemerintah Didorong Hadir dengan Solusi Nyata
Pagi Penuh Makna di SMK Bani Abdul Malik, Upacara Bendera Menjadi Momentum Menanamkan Cinta Tanah Air
Warga RW 06 Desa Cimerang Tunjukkan Semangat Gotong Royong, Lingkungan Bersih Persaudaraan Kian Erat
Disdikbud Kabupaten Subang Dorong Guru Lebih Profesional Melalui Uji Kompetensi Berkualitas

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:06

Cegah Kejahatan Jalanan, Sat Samapta Polres Aceh Tenggara Gencarkan Patroli 3C di Sejumlah Desa

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:04

Polisi Bersama Masyarakat, Polsek Babul Rahmah Gencarkan Patroli Dialogis, Cegah Karhutla Sebelum Meluas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:33

Perkuat Pengawasan Perbatasan Aceh–Sumut, Polres Aceh Tenggara melalui Polsub Sektor Lawe Pakam Periksa Kendaraan dan Antisipasi Narkoba

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:57

Jaga Alam dan Cegah Kebakaran, Polsek Lawe Sigala-gala Turun Langsung Edukasi Warga tentang Bahaya Karhutla

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:16

Cegah Karhutla Sejak Dini, Polsek Bukit Tusam Ajak Warga Jaga Hutan Tanpa Membakar

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:02

Polisi Bersama Masyarakat, Wakapolres Aceh Tenggara Tinjau Tanggul Jebol, Bantu Warga dan Dirikan Tenda Pengungsian

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:14

Polisi Bersama Masyarakat, Strong Point Pagi Polres Aceh Tenggara Hadirkan Keamanan dan Kelancaran Lalu Lintas

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:17

Polisi Bersama Masyarakat, Polsek Babul Rahmah Gencarkan Patroli dan Sosialisasi Cegah Karhutla

Berita Terbaru