Skandal Dana Desa Mengguncang Lawe Alas: 5 Kades Terancam Dipolisikan, Aroma Korupsi Tercium Menyengat!

REDAKTUR UTAMA

Sabtu, 12 Juli 2025 - 16:36

50153 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane – Borok Dana Desa di Kecamatan Lawe Alas, Aceh Tenggara, terkuak! Bukan lagi sekadar rumor, namun sebuah ancaman serius akan segera melayang ke meja Kejaksaan Negeri (Kajari) Kutacane.

Forum Masyarakat Desa (FORMADES) melalui ketuanya, Muhammad Masir ST, dengan berani mengumumkan niatnya melaporkan lima Kepala Desa atas dugaan penyelewengan Dana Desa (DD) tahun 2023 dan 2024. Tuduhannya tak main-main: mark-up anggaran dan kegiatan fiktif yang telah menggerogoti hak-hak rakyat, Sabtu (12/07/2025).

Aroma busuk korupsi ini sudah lama tercium oleh masyarakat kecil. Musyawarah desa dan dusun, yang seharusnya menjadi forum partisipasi, justru diubah menjadi sandiwara tak transparan yang hanya melibatkan “rombongan Kepala Desa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami masyarakat kecil ini tidak tahu kemana Dana Desa kami digunakan. Kalau ada kegiatan, tidak pernah kami diinformasikan dengan jelas,” keluh seorang warga yang memilih namanya dirahasiakan, suaranya sarat kekecewaan.

Ini adalah pengkhianatan terhadap amanah rakyat!

Modus operandi yang diduga digunakan para oknum Kepala Desa ini pun semakin jelas terlihat.

Masir ST mengungkap, anggaran operasional kantor desa membengkak tak wajar, sementara pekerjaan fisik yang notabene vital justru dikerdilkan.

Puncaknya, baliho desa yang seharusnya sederhana, justru ditempeli anggaran Rp2 juta hingga Rp4 juta! “Padahal cuma sepanduk yang diikat tali plastik. Itu sudah kelihatan nakalnya,” tukas Masir, menyingkap kebobrokan moral yang menyelimuti pengelolaan dana rakyat.

FORMADES tidak main-main. Mereka telah mengantongi bukti dan keterangan dari masyarakat yang selama ini hanya bisa gigit jari melihat dana untuk kesejahteraan mereka digondol oknum tak bertanggung jawab.

“Kami akan membawa kasus ini ke pihak berwajib untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Masyarakat berhak mendapatkan transparansi dan keadilan dalam penggunaan Dana Desa,” tegas juru bicara FORMADES, seolah menjadi juru bicara bagi rakyat yang tercekik.

Kasus ini menjadi lonceng bahaya bagi seluruh desa di Aceh Tenggara, bahkan Indonesia. Dana Desa, yang digelontorkan untuk mendongkrak pembangunan dan kesejahteraan, justru menjadi ladang basah bagi para koruptor.

FORMADES berharap Kajari Kutacane tak bergeming dan segera melancarkan “sapu bersih” terhadap oknum-oknum Kepala Desa yang telah mengkhianati kepercayaan rakyat.

Sudah saatnya keadilan ditegakkan! Akankah para Kades “nakal” ini mempertanggungjawabkan perbuatannya, ataukah kembali lolos dari jeratan hukum? Kita nantikan taring Kejaksaan Negeri Kutacane!. [Tim]

Berita Terkait

Kapolres Bireuen Ajak Mahasiswa Universitas Almuslim Jadi Mitra Polri Jaga Kamtibmas
Material Galian Proyek Longsor Jalan Nasional Dipertanyakan, Legalitas Sumbernya Jadi Sorotan
Peredaran Ganja Dibongkar, Polres Aceh Tenggara Amankan 3 Pelaku dan 708,82 Gram Barang Bukti
Informasi Warga Ditindaklanjuti, Tim Gabungan Polres Aceh Tenggara Ungkap Dugaan Peredaran Sabu di Lawe Alas
Bukan Hanya Mengatur Jalan, Polres Aceh Tenggara Jadi Pelindung Anak Saat Berangkat Sekolah
Subuh Keliling dan Jumat Curhat, Kapolres Aceh Tenggara Bangun Kedekatan Bersama Warga Semadam
Tak Sekadar Apel, Kapolres Aceh Tenggara Cek Langsung Kesiapan Polsek Badar Pastikan Siap Layani Masyarakat
Pastikan Program Berjalan Optimal, Kapolres Aceh Tenggara Tinjau Dua SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 01:07

Balutan Adat Melayu, LAMR Meranti Sambut Hangat Kapolres Baru

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:49

Polres Bireuen Gagalkan Peredaran 10,6 Kg Sabu, 2 Tersangka Ditangkap di Muara Batu

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:45

Babak Baru Polres Cimahi, AKBP Moh. Faruk Rozi Hadir dengan Pengalaman, Integritas, dan Aksi Nyata

Jumat, 31 Juli 2026 - 18:22

Dana BOS Pemeliharaan SMPN 2 Katapang Ratusan Juta per Tahun, Sejumlah Fasilitas Sekolah Justru Memprihatinkan

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:53

118 Hektare Mangrove di Pasir Limau Kapas Rusak, Kapolda Riau Tangkap 2 Pelaku Pakai Excavator

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:36

Kapolda Riau, Bupati Rohil dan Kejaksaan Sidak Lokasi Perusakan Mangrove di Rokan Hilir

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:20

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mapolda Riau Meriah, Hiburan, Stand Up Comedy hingga Doorprize Warnai Acara

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:10

Pakai Tanjak, Irjen Darinto, Kapolda Riau dan Wakapolda Tanam Pohon Gaharu di Mapolda

Berita Terbaru