Proyek Jalan SMK Negeri 1 Pantai Bidadari Diduga Sarat Korupsi, Kepala Sekolah Bungkam

SUARA BHAYANGKARA

Selasa, 12 Agustus 2025 - 23:28

50141 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Timur –  Dugaan penyimpangan anggaran kembali mencuat di sektor pendidikan Aceh. Ketua Lembaga Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Aceh Timur secara terbuka menuding SMK Negeri 1 Pantai Bidadari, Kabupaten Aceh Timur, terlibat dalam praktik yang berpotensi melanggar hukum pada proyek pembangunan jalan sekolah.

Indikasi korupsi itu bermula dari absennya papan informasi proyek di lokasi pekerjaan. Padahal, menurut Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP), setiap proyek yang dibiayai negara wajib menampilkan detail seperti nilai anggaran, sumber dana, pelaksana, dan waktu pengerjaan. Tanpa papan tersebut, publik kehilangan akses untuk mengawasi jalannya proyek.

“Ini bukan kelalaian kecil. Ini pelanggaran serius yang merampas hak masyarakat untuk tahu kemana uang negara mengalir,” tegas Ketua LAKI Aceh Timur saat dihubungi, Selasa (12/8/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sikap Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Pantai Bidadari, Izhar, S.Pd., yang memilih bungkam ketika dimintai konfirmasi oleh awak media, semakin memicu kecurigaan. “Diam di tengah tudingan adalah tanda yang tidak sehat. Kalau memang tidak ada masalah, seharusnya pihak sekolah transparan,” lanjutnya.

Informasi dari warga sekitar dan sumber internal sekolah menyebutkan, proyek jalan itu menelan anggaran signifikan, namun pengerjaannya dinilai janggal dan minim pengawasan. Beberapa warga menduga, kualitas pekerjaan tidak sebanding dengan dana yang dihabiskan.

LAKI Aceh Timur menilai persoalan ini tidak bisa dibiarkan. Aparat Penegak Hukum (APH) diminta segera turun tangan, memeriksa seluruh dokumen, memanggil pihak sekolah, dan menelusuri aliran anggaran.

“Kami tidak ingin dunia pendidikan di Aceh Timur menjadi ladang empuk bagi praktik korupsi. APH harus bertindak cepat, transparan, dan tegas. Setiap rupiah uang rakyat harus dipertanggungjawabkan,” pungkas Ketua LAKI dengan nada keras (*)

Berita Terkait

BNPB, Bangun Huntara Diduga Tak Layak Huni, Korban Banjir Simpang Jernih Mengeluh
Pengadaan Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Disorot: Nana Thama dan Tim Investigasi AWPI Desak Aparat Hukum Usut Transparansi Anggaran
Dugaan Penggelapan Mobil di Aceh Timur, Nama Adira Finance Dicatut Debt Collector Ilegal
Harta Bawaan Alm Marwan Lenyap Tanpa Diketahui Husna Selaku Orang yang Diamanahkan
Penghalangan Liputan Media di Forum Desa Aceh Timur Dinilai Bentuk Pelemahan Kontrol Publik atas Dana Desa
Sekjen Fanst Respon Counter Polri Nusantara Puji Polres Aceh Timur yang Bergerak Cepat Amankan TKP Penemuan Mayat Pemuda
PESAWAT Soroti Kepemimpinan Bustami yang Dinilai Egois, Anti Kritik, dan Tidak Pantas Memimpin Disdikbud Aceh Timur
Pendidikan Terabaikan: SDN 1 Idi Tunong Jadi Simbol Kegagalan Sistem

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 06:43

SWI Jabar Perluas Jaringan Komunikasi, Perkuat Hubungan Kelembagaan dengan Kesbangpol

Minggu, 9 Agustus 2026 - 13:11

Warga Turun Tangan Perbaiki Irigasi Jebol, Pemerintah Didorong Hadir dengan Solusi Nyata

Minggu, 9 Agustus 2026 - 00:48

Sharing Session Perpajakan 2026 di PAST Bandung: Memahami Aturan, Menumbuhkan Kepercayaan Pelaku Usaha

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 23:00

Warga Merasa Tak Dilibatkan, Izin Tower Batununggal Dipertanyakan

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:14

Pagi Penuh Makna di SMK Bani Abdul Malik, Upacara Bendera Menjadi Momentum Menanamkan Cinta Tanah Air

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:55

Interchange Tol Cikalong Wetan Belum Beroperasi, Masyarakat Minta Pemerintah Bertindak Cepat

Minggu, 2 Agustus 2026 - 12:55

Warga RW 06 Desa Cimerang Tunjukkan Semangat Gotong Royong, Lingkungan Bersih Persaudaraan Kian Erat

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:03

PKC PMII Jawa Barat Soroti Paradoks Pembangunan, Angka Anak Tidak Sekolah hingga Program MBG

Berita Terbaru